aku merindukanmu....
jauh lebih dalam dari apa yang kaupikirkan atau katakan...
bahkan menuliskannya untukmu pun aku tak sanggup....
...
kerinduanku itu seakan merasuki kegilaanku akan kenyataan yang ada..
diantara dua pilihan...membencimu..atau mencintaimu...
...
dan aku tahu...
aku tak akan pernah bisa membencimu..
bahkan ketika kerinduan yang tak tersampaikan ini menorehkan luka pada penantianku...
...
aku merindukanmu...
sangat merindukanmu....
Posted by
Unknown
|
Labels:
PUISI
Detik Perpisahan
Dan kini sampailah aku pd sebuah saat.
betapa begitu berat kurasakan dlm dekapku.
seolah sekat2 itu kini semakin merekat nafasku.
tertahan pekik ini dlm getar dan rasanya.
mencoba temukan makna dibalik rasa.
tertatih langkahku ingin berlari dlm perhentian.
terjatuh jejakku dan berhenti dlm pelarian.
sekali lagi namun tak sama.
aku disini mencoba bertahan dlm genangan.
Terurailah kisah demi kisah di hadapan tatapku.
betapa senyuman itu yang telah menenggelamkanku dlm pesonamu.
hati yg saling bertaut dlm kata.
menciptakan bait demi bait dlm semestanya cinta.
gairah itu ada.
pun resah jg tak tertahankan karena waktu yang memisahkan.
sungguh aku telah berkali-kali lagi jatuh dalam kerinduan itu.
bersaksi diatas pesisir pantai seribu lilin.
berpesta ditemani berjuta kilau mutiara di lautan.
dan bercinta dibawah sinar bulan dan bintang.
terlalu indah.
terlalu indah kisah itu jika harus diakhiri dalam sebuah perpisahan.
dan bahkan kinipun aku tak lagi ingat akan luka yang pernah tergoreskan.
dan sekali lagi.
tersadarlah aku kini dalam sebuah saat.
saat dimana bulir air mata ini akan menyaksikan sebuah persimpangan.
saat dimana jejakmu tak lagi beriring dalam langkahku.
dan sayap-sayap itupun tak lagi akan berpeluk dalam kehangatannya.
cinta.
hanya itu yg kini kumiliki.
untukmu kembali dan ulurkan tangan itu sekali lagi padaku.
dan batalkan kepergian ini.
pertemuan yg tak ingin kuakhiri dalam perpisahan.
tidakkah kau pahami itu dalam hatimu ?
begitu beratnya harus kulalui.
detik perpisahan ini seakan membunuhku.
namun jika keputusan itu adalah tetap.
mungkin aku hanya bisa tersenyum dan antarkan kepergianmu dalam sebuah doa.
sebuah doa yg akan terpanjatkan pd semesta ini.
beriring kerinduan tak bertepi dlm setiap ayat katanya.
berharap kilaunya kan temani hari hatimu.
dan jadikan bahagia adalah milikmu abadi.
satu pesanku untukmu yg tercinta.
semesta cinta itu telah terciptakan.
tak kan terganti pun terhapuskan.
meski tak akan ada siapapun disana utk berjaga.
hanya cinta yg akan terus kukirimkan.
cinta yang pada akhirnya akan membawamu kembali lagi.
meski bukan dalam kehidupan yang ini.
By : Monica Indri.p
betapa senyuman itu yang telah menenggelamkanku dlm pesonamu.
hati yg saling bertaut dlm kata.
menciptakan bait demi bait dlm semestanya cinta.
gairah itu ada.
pun resah jg tak tertahankan karena waktu yang memisahkan.
sungguh aku telah berkali-kali lagi jatuh dalam kerinduan itu.
bersaksi diatas pesisir pantai seribu lilin.
berpesta ditemani berjuta kilau mutiara di lautan.
dan bercinta dibawah sinar bulan dan bintang.
terlalu indah.
terlalu indah kisah itu jika harus diakhiri dalam sebuah perpisahan.
dan bahkan kinipun aku tak lagi ingat akan luka yang pernah tergoreskan.
dan sekali lagi.
tersadarlah aku kini dalam sebuah saat.
saat dimana bulir air mata ini akan menyaksikan sebuah persimpangan.
saat dimana jejakmu tak lagi beriring dalam langkahku.
dan sayap-sayap itupun tak lagi akan berpeluk dalam kehangatannya.
cinta.
hanya itu yg kini kumiliki.
untukmu kembali dan ulurkan tangan itu sekali lagi padaku.
dan batalkan kepergian ini.
pertemuan yg tak ingin kuakhiri dalam perpisahan.
tidakkah kau pahami itu dalam hatimu ?
begitu beratnya harus kulalui.
detik perpisahan ini seakan membunuhku.
namun jika keputusan itu adalah tetap.
mungkin aku hanya bisa tersenyum dan antarkan kepergianmu dalam sebuah doa.
sebuah doa yg akan terpanjatkan pd semesta ini.
beriring kerinduan tak bertepi dlm setiap ayat katanya.
berharap kilaunya kan temani hari hatimu.
dan jadikan bahagia adalah milikmu abadi.
satu pesanku untukmu yg tercinta.
semesta cinta itu telah terciptakan.
tak kan terganti pun terhapuskan.
meski tak akan ada siapapun disana utk berjaga.
hanya cinta yg akan terus kukirimkan.
cinta yang pada akhirnya akan membawamu kembali lagi.
meski bukan dalam kehidupan yang ini.
By : Monica Indri.p
Subscribe to:
Comments (Atom)