Seperti pernah merasakan hal seperti ini namun entah kapan, akupun ragu dengan yg ku rasakan sama halnya dengan dirimu, namun aq pernah mencoba mencari tahu atau sekedar meyakinkan diriku sendiri dan aku dapat jawaban. Yaitu kau separuh dari potongan peta yang hilang.
Hadirkan satu bintang dalam fikiran
Namun semua menjadi beban
Bukan karna beban bukan juga rintangan
Namun ini soal keyakinan
Untuk meyakinkan padamu bintang.
Sorot mata yg berbinar tak dapat ku baca
Entah apa yg tersirat dalam biasnya cahyamu
Entahlah aku tak mengerti
Karna terlalu banyak misteri yg tersimpan.
Bukan hanya resah namun juga gelisah
Nafas ini tak teratur karna detak jantung tak terukur
Bayanganmu yg hadir seolah menjadi ritual sebelum tidur.
Hanya butuh satu kepastian untuk sebuah kesetiaan
Bukan penantian yg harus di buktikan namun ahirnya tenggelam dan mati membusuk menjadi bangkai.
Disudut ruang hampa ku urai cerita
Mendera sesak dalam
jiwa yg hampa
Kamar yg pengap menjadi saksi air mata
Saat ku
ingat sepekan saat masih bersamanya
Bagai renjana yg menghunus
tepat d jantungku
Entah kenapa kau pergi setelah torehkan
luka
Pertemuan itu menjadi salam perpisahan
Setelah memberi
sedikit cahaya
Yg kini kau redupkan setelahnya.
Harusnya
kau cabik aku dengan sumpah serapahmu
Agar saat kau pergi aku
melambaikan tanganku
Bukan malah dengan madu kau racuni aku
Yang
kemudian perlahan membunuhku
Malm ni ga ada inspirasi sedikitpun. Apa yang ku rasakan semuanya tak dapat ku tulis
Entah aku ga tau perasaan ini di namakan perasaan apa, Sedih, duka, sedikit bahagia, keluh, kesal, Ragu. Semua tercampur menjadi satu, ga ada sedikitpun kata yang mampu tuk mengisi diary ini dengan kata-kata indah, ga ada satu huruf pun yang bisa ku mulai tuk merangkai kata puitis... Ada apa...??? kenapa....? memang rasa yang tak biasa.
Hanya bisa menanti fajar hanya bisa menunggu mentari,
di sudut jendela depan kamarku
ku rangkai sebait puisi mengarungi gelisah dan menalar keresahan hati,
entah duka, airmata atau bahagia yang ku dapat nanti,
goresan ini akan menjadi jejak suci pagi ini,
Kata demi kata mewakili detik waktu menjelang pagi,
kurasakan getaran hati yang tak biasa di rasakan tiap hari
Menunggu pagi ku coba tenangkan diri
tak sabar menanti datangnya sang mentari
menunggu pagi untuk cinta terahirku
_________________________________________________
Mencintai dengan hati bukan dengan nafsu itulah cinta sejati
Rela merubah diri itulah pengorbanan
Cinta itu suci dan tak patut di nodai
Cinta itu abstrak dan tak dapat di lihat
Hanya tingkah dan prilaku yang menjadi ciri dari cinta
Bukan dengan kata atau sejuta janji
_________________________________________________
Aku ga tau ini puisi atau novel
yang aku tau ini hanyalah ungkapan hati
Untuk menunggu pagi
__________________________________________________
:: Herie vengeance ::
\\__________________//
Cinta itu abstrak dan cinta tak dapat di tebak
Cinta dapat di rasakan dengan hati dan kalbu bukan dengan nafsu
Rela melindungi dengan sayapnya meski sayap itu telah patah dibuatnya
Memang patah hati itu sakit tapi sakit karna cinta itu kadang indah jika kita sudah terbiaasa di sakiti
Kadang cinta bisa membuat kita setengah gila karna tersenyum sendiri saat mengingatnya
kadang kita juga harus menitikan airmata tanpa sentuhan fisik darinya
Cinta itu tenaga, cinta itu senjata dan cinta itu dynamit yang siap meledak dan membunuh kita jika kita lalai
seperti sedang memanggilmu
bukalah kaca basah itu dan biarkan ia masuk
mungkin ia ingin menangis di pelukanmu.
Matahari rupanya datang menjemput
diketuknya pula kaca dengan cahayanya yang lembut
gerimis yang rindu wajah itu hanya bisa tersipu
lalu kulihat pelangi mengambang di jendela.
Peristiwa di atas selalu berulang
setiap kali aku mengecupmu di pagi hari
kau memandang dengan sekuncup melati
lalu kautanamkan doa di antara sudut mataku.

