Disudut ruang hampa ku urai cerita
Mendera sesak dalam
jiwa yg hampa
Kamar yg pengap menjadi saksi air mata
Saat ku
ingat sepekan saat masih bersamanya
Bagai renjana yg menghunus
tepat d jantungku
Entah kenapa kau pergi setelah torehkan
luka
Pertemuan itu menjadi salam perpisahan
Setelah memberi
sedikit cahaya
Yg kini kau redupkan setelahnya.
Harusnya
kau cabik aku dengan sumpah serapahmu
Agar saat kau pergi aku
melambaikan tanganku
Bukan malah dengan madu kau racuni aku
Yang
kemudian perlahan membunuhku
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment
Terimakasih anda sudah mengunjungi blog saya. kritik dan saran anda adalah motifasi buat saya