kau jauh bagaikan bulan.
Yang meski jauh tetap dapat kurasakan sinarmu.
Menerangi di setiap gelap malamku.
Menghancurkan suramnya hatiku.
Mengawali setiap senyumku.
Namun,
kau dekat bagaikan angin.
Yang selalu dapat kurasakan hadirmu,
tapi tak dapat ku raih
bahkan hanya sekedar untuk melihatmu.
Apa salahku hingga harus ku lewati malam ini,
yang meski indah diterangi cahaya kasihmu,
namun harus kurasakan pedihnya belaian angin malam yang menyiksa.
Wanitaku,
kau indah bagaikan bulan,
dan pedih bagaikan angin malam.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Blog Archive
-
▼
2011
(35)
-
▼
March
(31)
-
▼
Mar 09
(29)
- Menunggu Pagi
- Realita Cinta
- Gerimis
- Terbangun Di Sisimu
- Hujan Di Malah Hari
- Surga Derita
- Senja Terahir Bersamamu
- The Power Of Love
- Aku Lelaki Pecinta Hujan
- Sayap sayap Cinta
- Tentangmu
- Hujan
- Wanitaku
- Lembayung Senja
- Selamat Maming
- Harapan Yang Sirna
- Kapan Ku Bisa Lupakan
- Seperti Berada Di Ladang Ranjau
- Mengenangmu Dalam Hati
- Good Bye
- Dibalik Keindahanmu Tersimpan Kebusukan
- Good Bye Gadis Doraemon
- Kamu Gak Seperti Doraemon
- Ku Ingin Lupakan Gadis Doraemon
- Penyesalan
- Rintihan Hati
- Sayap Patahku
- Jenuh
- CINTA
-
▼
Mar 09
(29)
-
▼
March
(31)
Followers
PENGUNJUNG
Heri Firmansyah Creation. Powered by Blogger.
0 comments:
Post a Comment
Terimakasih anda sudah mengunjungi blog saya. kritik dan saran anda adalah motifasi buat saya